Bozzozz's Blog

14 June 2012

ALIEN – Makluk Luar Angkasa Versi Amerika!

Filed under: karena Dakwah... — bozzozz @ 2:38 pm

Alien adalah makluk luar angkasa yg bentuk aneh bin ajaib, kebayang ngak bentuknya? jangan dibayangin dee bro, apalagi nonton filmya, cuma buang2 waktu dan duit doank, mending baca yg ini, COPAS dari : http://myquran.org/forum/index.php/topic,79702.0.html

Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi

Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar sepanjang masa. Pertamakali dibukukan di jaman Khalifah Abu Bakar, lalu pembukuannya disempurnakan di jaman Khalifah Umar bin Khathab. Sedangkan di jaman Khalifah Utsman mulai ditetapkan bentuk hurufnya serta diperbanyak sehingga dikenal istilah Rosam Utsmani. Ilmu tata bahasa al-Qur’an (nahwu dan sharaf) mulai diperkenalkan di jaman khalifah Ali bin Abi Thalib.

Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah memungkinkan penafsirannya yang terus berkembang dan selalu up to date. Salah satu contohnya adalah yang terdapat di dalam surat Ar-Ra’du (13) ayat 15.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di pagi dan petang hari (QS 13:15).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang dimaksud “Man” di dalam ayat ini?

1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man” tetapi disebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”.

2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
a) Sujud dengan taat kepada Allah;
b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan
c) Memiliki bayang-bayang.

Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi, jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paraghraf pertama dari ayat tersebut. Paraghraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou’an wa karhan wa dzilaluhum…., jika diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… Paraghraf ini menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paraghraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si “Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-bayang.

3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.

3. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang.

4. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang.

5. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang.

6. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.

Disamping “Man”, di luar planet Bumi pun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS 16:49).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan di Bumi yang selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.

Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa” yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya. DAN IA MAHA KUASA UNTUK MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).

Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak. Wallahu a’lam bishowab.

sumber : http://zilzaal.blogspot.com/2012/06/petunjuk-al-quran-tentang-makhluk.html

Advertisements

Hari ini saya rugi…

Filed under: karena Dakwah... — bozzozz @ 1:30 pm
Tags: , , , , ,

Suatu hari babe  mau keluar dari parkir, penjaga parkir berkata, “pak mobil avanzanya dari kemarin malam lampu tengahnya menyala” “oh iya… terima kasih, nanti saya cek, kemarin supir saya yang bawa”  Setelah dicek ternyata memang menyala dan akinya langsung error.

Lalu sang pegawai mengurus pekerjaan yang seharusnya tidak terjadi, karena lalai mematikan lampu tengah menjadikanya punya pekerjaan baru, membongkar aki, mengantar aki ke bengkel, infus akinya, tunggu akinya hingga 3 jam, lalu balik lagi ke mobil lagi, pasang akinya lagi, alhamdullillah bener.

Kita hitung kerugian akibat lalai hal sepele yang seharusnya tidak perlu terjadi :

  1. Terbuang waktu untuk mengurus aki,
  2. Harus keluar uang untuk infus aki Rp. 25.000,-
  3. Mobil tidak bisa dioperasikan sehari penuh.
  4. Meninggalkan pekerjaan yg harusnya jadi kewajiban sang supir.

Sahabatku… setelah kita membaca kisah diatas, mengalami kerugian dunia, itu urusan sepele, urusan yang tidak ada artinya dibandingkan KERUGIAN AKHIRAT. Di mana kita lihat sekeliling kita, banyak orang-orang merugi, bangkrut malah!.

Banyak pegawai-pegawai kerja membabi buta, meninggalkan sholat, meninggalkan zikir dan meninggalkan semua yg diperintahkan Allah azza wa jalla hanya mengejar uang sehari  50.000, layakkah ini? Atau pegawai yg lebih tinggi levelnya, yg gaji diatas 30jt, pergi pagi pulang malam, kerja… kerja… kerja…jangankan menjaga sholat berjamaah dan sunnah-sunnahnya, sholat wajib aja ditinggalin, waktu paginya sudah sibuk dengan rutinas dunia, tidur,  olahraga dan pekerjaan, bukannya di isi dengak amalan-amalan akhirat .

Waspadalah sahabatku… jangan kita lengah dan bermain-main dalam amalan akhirat, akibatnya sangat fatal apalagi urusannya menyangkut Allah dan Rasul-Nya, kita rugi di dunia… biarlah… kehidupan ini cuma sebentar, kita akan meninggalkan dunia yg FANA ini!. Janganlah sampai kita bener-bener rugi apalagi bangkut dalam urusan akhirat. karena disana sebenar-benarnya hidup, hidup yg tidak pernah mati lagi, punya badan yang tidak bisa tua lagi, punya badan yang tidak bisa hancur lagi!.

Bisakah bro bayangkan, punya badan yg kekal, tidak bisa hancur lagi, tidak bisa tua lagi, hidup di dalam neraka yang apinya berkobar-kobar, “mereka tidak hidup dan tidak mati pula”

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu di dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan beramal salih, dan saling mengajak kepada kebenaran dan  saling menasihati dengan kesabaran. (Al Quran al-‘Asr:  1-3)

Sahabatku, Janganlah kesenangan dunia itu menjadikan kita jadi orang yg merugi, janganlah pekerjaan itu menjadikan kita lalai akan kewajiban kita pada Allah azza wa jalla, tetaplah waspada terhadapat bisik-bisikan setan yg menipu, lawanlah atas keinginan hawa nafsu kita yg melenakan. Teruslah berusaha tingkatkan qualitas hidup kita dengan cara Nabi Saw. Insya Allah kita menjadi golongan yg selamat. Golongan yang Yakin akan pertemuan dengan Tuhannya, Yakin akan bertatap muka dengan Wajah Allah azza wa jalla.


13 June 2012

Muhasabah…

Filed under: karena Dakwah... — bozzozz @ 5:03 pm
Tags: , , , , ,

Bismillahirrohmaaanhirrohiiim…

Sahabatku… marilah kita kenali dan perhatikan dengan seksama diri kita ini…

 “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”. (Al Quran 59 : 18)

kita manusia diciptakan Allah azza wa jalla sebagai makluk yang sangat sempurna, sebaik baiknya bentuk makhluk. Lebih baik dari para malaikat mana pun baik secara fisik dan ruh, Maha Tinggi Allah azza wa jalla, lalu di bawahnya ada para malaikat yg bersih dari dosa, lalu dibawahnya lagi ada manusia yg luarbiasa banyak dosanya, tetapi derajat kita sebagai manusia bisa diatas malaikat dengan syarat kita benar-benar menjadi hamba Allah azza wa jalla yg sebenar-benarnya taqwa!. Jika tidak, manusia malah lebih rendah dari binatang dan sebaik-baiknya tempat kembali adalah NERAKA! nyungsep ke dalam bumi, tinggal di kerak bumi!, kerana di neraka tidak ada binatang yg ada adalah manusia yg paling celaka!.

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya (Al Quran 95 : 4-6)

Let’s gooo, kenali diri kita… secara umum diri kita terbagi 2: 

1. Jasmani (jasad) – kehidupan dunia (bisa dilihat).

2. Rohani (ruh) – kehidupan akhirat (tidak bisa dilihat).

point 1. Bagaimana agar jasmani kita sehat, gampang itu… makan yg baik-baik dan yg menyehatkan serta tidak berlebihan, olahraga secara teratur, jika ingin punya body lebih bagus lagi bisa ikut fitnesss, agar badan sehat dan bugar serta kekar.

jika kita punya jasmani sehat, bugar dan kekar, yg pasti kita jauh dari penyakit jasmani seperti, pilek, batuk, tumor, kanker dan semua jenis penyakit jasmani lainnya.

point 2. lalu bagaimana untuk menyehatkan rohani kita, apalagi agar bugar dan kekar? adakah fitnet untuk RUH? ada donk… 🙂 gampang malah… gampang diucapkan dimulut tapi sangat susah dipraktekan! hehe…

yaitu dengan menjalankan Agama dengan sempurna, Taat dan Patuh pada Allah azza wa jalla dengan cara-cara Nabi Muhammad Saw. Yaitu, sempurnakan cara Sholat, sempurnakan cara puasa dan jangan lupa membayar zakat!.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat” 

dari sini, jangan ragu-ragu untuk belajar sholat, puasa dan membayar zakat dengan cara melihat langsung Nabi Muhammad Saw, ingat… langsung melihat!, ingat… langsung melihat! ingat… langsung melihat! bukan kata si ini! bukan kata si itu! tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, maka ikuti tanpa keraguan sedikitpun.

jika teman, guru, ustad ato pun orang tua kita menganjurkan yg bertentangan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ane anjurkan… tinggalkan aja!. alias jangan didengerin!

jika sholat kita seperti yg dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, puasa kita telah sesuai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan membayar zakat seuai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan, Insya Allah kita akan mempunya ruhani yg sehat, bugar dan kekar!.

jika ruh kita sehat, bugar dan kekar maka kita akan terhindar dari penyakit ruhani sepert, UJUB DIRI (sombong), dengki, rakus, riya, kikir dan munafik.

Sungguh sahabatku… menyebuhkan penyakit jauh lebih sulit dari pada menyempuhkan penyakit jasmani, karena penyakit jasmani kita bisa rasakan dengan panca indera, tetapi penyakit ruhani… orangnya ngak sadar kalau dia mempunyai penyakit ruhani.

dan lihat sekeliling kita dan perhatikan dengan seksama, dimana banyak manusia lebih mengutamakan kesehatan fisik, di mall-mall sampai malam pun mereka tetap istiqomah membentuk fisik mereka di tempat-tempat fitnes, sedang orang yg istiqomah menjaga sholat Isya berjamaah bisa dihitung dengan jari. pagi hari mereka istiqomah berolahraga, padahal waktu sholat berjamaah shubuh, jamaahnya cuma itungan jari, padahal sholat isya dan sholat shubuh berjamaah tepat waktu adalah sebaik-baiknya sholat untuk membentuk ruh kita selalu sehat, bugar dan kekar.

sebaik-baiknya puasa adalah puasa bulan ramadhan, tetapi perhatikan… masih banyak manusia yang tanpa malu mengaku agama Islam, tetapi makan minum ditempat terbuka, mengumbar hawa nafsu sesukanya.

membayar zakat hukumnya wajib, jangan lupa untuk dilaksanakan, dibelakang zakat ada sedekah dan infaq, jika mampu ayo kerjakan, sebaik-baiknya zakat dan sedekah adalah yg dikeluarkan cukup hanya Allah azza wa jalla yg mengetahui, orang lain ngak perlu mengetahui.

So… tanyakan kediri sendiri… sudah sebaik apa kesehatan jasmani kita, dan sudah berbuat sebanyak apa untuk menjaga kesehatan ruhani kita, dan sekarang!… diri kita ini ada dikomunitas yang mana? Jawab lah dengan jujur dan perbaikilah sebelum ajal menjeput, sebelum waktu beramal kita habis, perbaikilah saudaraku, sempurnakanlah agama Islammu.

Sesungguh sebaik-baiknya tempat kembali hanya kepada Allah azza wa jalla, ya Allah ya Robbi, ampunilah kami… karuniakan kepada kami rahmat dari sisi Engkau, aamiiin…

Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan)

9 June 2012

Ayooo kita Berhaji atau umroh, ane yg bayari!

Filed under: karena Dakwah... — bozzozz @ 1:48 pm
Tags: , , , , ,

Ente termasuk orang yg kere… tapi tetep ngotot mo pergi haji dan umroh? aneh dah kere tetep mo pergi haji atau umroh? aneh bener… padahal kan di rukun Islam jelas tertulis “PERGI HAJI JIKA MAMPU” kenapa ente tetep ngotot brow?

Kalo tetep masih ngotot juga, ayo dah ikut ane pergi haji atau umroh, janji ane temeni dan ane yg bayari, jamin brow ngak bakalan keluar uang se sen pun, dengan syarat brow amalan ini :

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “Siapa yang shalat shubuh berjamaah kemudian duduk mengingat Allah hingga matahari terbit kemudian shalat sebanyak dua rakaat, maka untuknya pahala sebagaimana pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna dan sempurna” (HR Tirmidzi no 586, menurut al Albani, ‘sanadnya hasan’).

Yang penting kita ikhlas jalani ini amalan, Insya Allah… derajatnya disisi Allah Azza wa Jalla tidak mengurangkan sedikitpun pahala Haji atau umroh brow… selamat berhaji atau berumroh brow… 🙂

ayooo sholat… ayooo sholat… mari menuju kemenangan!

Filed under: BAB Sholat — bozzozz @ 1:32 pm
Tags: , , , , ,

Siapa bilang waktu sholat Isya paling panjang sedunia… SALAH BESAR!

yang benar waktu Sholat Isya adalah waktu yang paling Pendek dan terpendek!

yaitu jika kalian adalah hamba Allah yang benar2 istiqomah menjaga sholat berjamaah tepat waktu @MASJID,

coba pikirkan… benarkan?

dan coba perhatikan antara jam 7 malam dan jam 5 pagi, bukankah di atas tengah itu jam 12? pass pergantian waktu.

Wahai sahabatku… sanggupkah ente setiap hari sholat terus menerus dari jam 7 malam hingga jam 12 malam? Wahai sahabatku… sanggupkah ente setiap hari sholat terus menerus sepanjang malam dari jam 7 malam hingga jam 5 pagi? SANGGUPKAH?

Lalu kenapa ada amalan yg sedikit dan mudah yg pahalanya sama dengan sholat di atas itu ente tidak mau bersungguh-sungguh mengamalkannya?

amalan apa itu? yaitu… Sholat isya berjamaah tepat waktu dan sholat shubuh berjamaah tepat waktu @masjid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa shalat isya` berjama’ah, seolah-olah ia shalat malam selama separuh malam, dan barangsiapa shalat shubuh berjamaah, seolah-olah ia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim : 1049)

cobalah amalan ini dijaga dengan Istiqomah dengan bersungguh-sungguh… Insya Allah, setelah biasa, amalan2 lain akan lebih mudah menjalankannya… dan Allah Azza wa Jalla akan menunjuki Jalan Lurus-Nya.

“Barang siapa yang bersungguh-sungguh di jalan Allah maka akan kami tunjuki ke jalan-jalan kami. (QS:Al-ankabut:69)

Create a free website or blog at WordPress.com.